Selasa, 16 April 2013

Selangkah Lebih Maju!

“Selain ilmu yang bertambah banyak, jaringan pertemanan pun semakin luas.” Itulah jawaban saya ketika ditanya tentang pengalaman selama berada di SEAMOLEC. Saya bertemu dengan sesama siswa SMK yang magang di SEAMOLEC dari berbagai daerah. Ada yang sama-sama dari Surabaya, ada yang dari Madiun, dan ada juga yang berasalah dari kota-kota di luar pulau, di antaranya dari Medan, Pekanbaru, serta Lombok.

Saya merasa seperti punya kehidupan baru yang lebih beragam warnanya. Kami sering berbagi cerita tentang kebudayaan, adat istiadat, serta bahasa sari masing-masing daerah.

Magang di SEAMOLEC juga merupakan proses pendewasaan bagi diri saya. Saya dihadapkan secara langsung dan nyata bagaimana sebenarnya dunia kerja yang kelak akan saya selami seusai saya menyelesaikan pendidikan.

Unit kerja di SEAMOLEC terbagi menjadi 6 divisi. Dan kabar bahagianya, saya ditempatkan di divisi Public Relation & Marketing (PRM), di mana dalam divisi ini dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif. Pas banget kan sebagai wadah untuk mengembangkan kualitas diri?
 
Not just about presenting the product, it's also about teaching each others.
Saya sangat berterimakasih kepada manajer saya dari divisi PRM, Bpk. Andriansyah karena  telah mengajarkan kepada saya banyak hal tentang pekerjaan, disiplin dan tanggap, serta profesionalitas dalam bekerja, tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan baik, serta tentang bagaimana cara memahami perasaan orang lain, terutama partner kerja.
 
Saya juga belajar tentang SOP (Standard Operational Procedure) pelayanan publik di suatu institusi.
Saya sangat bersyukur karena tidak semua anak seumuran saya bisa memperoleh ilmu seperti yang saya dapatkan sekarang ini, yang nantinya bisa saja jadikan bekal di tahapan kehidupan selanjutnya. Saya merasa telah maju selangkah lebih dulu dibanding teman-teman lain yang tidak memilih jenjang pendidikan SMK sebagai jalur pendidikannya. Hidup SMK! SMK BISA! :)

Selasa, 19 Februari 2013

Sekali Dayung Dua Pulau Terlewati

Hari ini, Selasa, 19 Ferbruai 2013 di SEAMOLEC ada seminar lagi, sama halnya seperti kegiatan seminar biasanya, acara dilaksanakan di ruang vicon di Lt. 3 gedung SEAMOLEC. Pembahasan yang diangkat pada seminar kali ini yaitu tentang media belajar yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh. Software yang digunakan antara lain yaitu BigBlueButton. Tau nggak apa itu BigBlueButton? Bagi yang belum tau nih, kilk aja linknya. J

Selain BigBlueButton, dalam seminar ini juga membahas tentang jejaring social edukasi yaitu edmodo. Ada juga tentang software pengolah E-book yang bernama Calibre dan Sigil. Wah, banyak deh pokoknya, kalau dibahas satu persatu nggak bakalan abis deh. Hehe


Seminar ini dihadiri oleh para guru dari seluruh nusantara. Sebagai siswa magang di SEAMOLEC, saya selalu ambil bagian dalam kegiatan macam ini, karena saya siswa jurusan multimedia, job yang biasa saya kerjakan dalam sebuah event adalah mendokumentasikan kegiatan/ acara.
Saya masih ingat saat pertamakali mendokumentasikan acara di SEAMOLEC yaitu pada hari kedua saya magang di sini, waktu itu acaranya adalah seminar tentang School Partnership yang berlangsung selama tiga hari.

Dalam hal ini sahabat saya adalah Canon 60D, Sony HDR-CX210E, dan ada juga Camrecorder Canon XL2. Perangkat tersebut lengkap saya temukan di Studio Multimedia SEAMOLEC. Jadi makin betah di sini. Hehe

Oh ya, tak hanya mendokumentasikan acara, saya pun mencuri kesempatan untuk bisa dengan jeli mendengar materi dalam seminar ini. Kenapa begitu? Ya, karena seminar di SEAMOLEC selalu membicarakan tentang pendidikan dari sudut pandang globalisasi dan perkembangan teknologi. Perkembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pun selalu diangkat menjadi topik pembicaraan. Seru, kan? Kalau kata pepatah begini, “Sekali dayung, dua pulau terlewati”, sama halnya dengan saya, sambil melaksanakan kerjaan juga sambil belajar banyak hal.

Sabtu, 09 Februari 2013

Duniaku Telah Kembali

Pelatihan Menulis Artikel

Menulis adalah hobi saya sejak dulu. Sepertinya sejak saya mulai bisa membaca, saya juga sudah mulai suka merangkai kata menjadi sebuah kalimat. Namun hobi itu mulai saya abaikan dan saya tinggalkan semenjak saya disibukkan oleh kegiatan lain, seperti dikejar tugas sekolah dan tuntutan untuk selalu mendapatkan nilai bagus di mata pelajaran. Hal tersebut cukup mematikan minat menulis saya.
Semuanya lagi serius menyimak penjelasan
Jumat, 8 Februari 2013. Bertempat di ruang vicon yang terletak di lantai 3 gedung SEAMOLEC, sedang dilaksanakan Pelatihan Menulis Artikel dengan pembicara yang masih muda dan kece bernama Mas Ikram (mirip Raditya Dika. Hehe).
Pembicara sangat serius menjelaskan materi
Pelatihan yang diselenggarakan oleh SEAMOLEC untuk siswa magang dari SMK serta mahasiswa D1, D3, dan D4 ITB ini cukup bisa membangkitkan lagi semangat saya untuk menulis yang dulunya sempat padam.
Saya lebih suka menulis fiksi, sedangkan pelatihan menulis kali ini arahnya adalah ke penulisan naskah jurnalistik (berita), meskipun demikian, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman magang lainnya, di mana ini merupakan bekal bagi kami untuk membuat karya tulis yang nantinya akan dijadikan laporan ketika masa magang kami telah usai.
Nih wajah serius dua teman saya dari Medan tampak jelek sekali menekuni layar laptop untuk segera menyelesaikan artikelnya. Mereka mengaku tak hobi menulis, namun kali ini sangat serius menyelesaikan tulisan.
Sejak diadakannya seminar Penulisan Artikel pada hari itu, saya mulai sering berada di depan layar laptop pribadi saya, bukan sekadar untuk menonton film seperti biasanya, atau main game feeding frenzy/ plant vs zombie. Hehe. Tapi kali ini adalah untuk MENULIS !!! MENULIS !!! dan MENULIS !!!
Saya rasakan dunia saya yang dulu sempat hilang kini kembali… J

Jumat, 08 Februari 2013

Begini Ceritanya...

Saya Nurul Arifah, biasa disapa Aif. Putri bungsu dari ayah dan ibu saya tercinta. Belum genap 17 tahun sih, tapi jiwa sudah puluhan tahun. Begitu kata kakak saya. Hehe

Status saya masih pelajar kelas XI di jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Surabaya. Surabaya merupakan tempat perantauan saya, karena sebelumnya saya lahir, tinggal, dan menjalani hidup di Gresik-Jatim.
Sejak kelulusan saya dari SMPN 1 Manyar-Gresik, saya putuskan untuk melanjutkan pendidikan saya di Surabaya karena saya ingin suasana baru dalam hidup saya yang singkat ini. Bayangkan saja 15 tahun hidup di lingkungan yang sama saja dan tak ada ubahnya. Bosan, kan? Nah, akhirnya jadilah saya sebagai WNI yang berdomisili di Surabaya.

Tinggal di Surabaya cukup menyenangkan, meskipun pada awalnya cukup sulit karena status saya adalah seorang pendatang baru yang berangkat tanpa ada seorang pun yang saya kenal. Namun karena anugerah Tuhan yang berupa kemampuan untuk beradaptasi-lah yang pada akhirnya bisa membuat saya nyaman dan kerasan. J

Tahun pertama di Surabaya, saya masih sering pulang ke kampung halaman. Di tahun kedua saya mulai bertekad untuk mengurangi intensitas kepulangan saya ke kota asal dengan alasan supaya saya bisa benar-benar menikmati hidup di kota ini, Surabaya.

Karena saya siswa SMK, saya punya kewajiban untuk melaksanakan praktek kerja di dunia usaha/ industri. Maka, tepat pada tanggal 8 Oktober 2012 hingga 8 Januari 2013 saya melaksanakan kewajiban saya tersebut, saya melaksanakan magang selama 3 bulan di stasiun televisi TVRI Jawa Timur yang masih bertempat di Surabaya juga.

Menyenangkan sekali bisa magang di sana, namun dalam hati saya yang terdalam berontak karena sesungguhnya yang saya inginkan adalah bisa magang di luar kota Surabaya. Mungkin Jakarta adalah tempat yang seru, pikir saya kala itu. Namun saya berusaha menghapus keinginan itu karena saya kira sudah tak mungkin lagi. Harapan saya yang tersisa hanyalah nanti pada saat kuliah bisa di Jakarta, dan masa sekolah ini cukuplah sampai di Surabaya saja.

Rupanya Tuhan punya rencana lain untuk saya. Saya masih ingat betul, seminggu sebelum saya mengakhiri masa magang di TVRI Jatim, tepatnya tanggal 27 Desember 2012 kala itu saya dan beberapa teman sedang liburan akhir tahun di kota Batu Malang bersama guru kami, di tengah perjalanan menuju kota Batu, guru kami tersebut yang kebetulan namanya Pak Andi sedang terima telpon dari bu April (staf Seamolec. Apa itu Seamolec? Akan saya jelaskan pada postingan selanjutnya J), setelah Pak Andi mengakhiri percakapannya di telepon, si bapak bertanya pada saya, “Kamu mau magang 6 bulan lagi nggak?”

Dari situ, dimulailah saya di sini, kota Jakarta. Tuhan menjawab keinginan saya, rupanya tak perlu menunggu masa kuliah untuk sampai di sini. Sekarang pun saya sudah berada di sini. Namun tidak untuk melaksanan kuliah, masih magang lagi. Hehe

Saya pun terima tawaran dari Pak Andi. Dengan sisa tenaga yang ada saya ngebut untuk menyelesaikan laporan magang di TVRI sebelum melaksanakan magang untuk yang kedua kalinya. Laporan pun selesai, dan pada hari Selasa, 22 Januari 2013 saya berangkat ke Jakarta bersama 7 orang teman saya dari jurusan Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak dengan ditemani Pak Andi serta ayah saya tercinta.

Hari Rabu, 23 Januari 2013 adalah untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di SEAMOLEC. Apa itu SEAMOLEC? Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, tentang SEAMOLEC tempat magang saya kali ini tidak saya jelaskan di postingan ini, tunggu di postingan selanjutnya ya.
Seamolec
Kesan pertama saat menginjakkan kaki di SEAMOLEC adalah deg-deg-an. Komplek UT (Universitas Terbuka) yang besar dan mewah, di situlah gedung SEAMOLEC berada. Selain gedungnya yang mewah, orang-orang di SEAMOLEC pun ramah, bikin kami betah.

Banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan selama magang di SEAMOLEC. Meskipun belum sampai sebulan kami ada di sini, kami sudah bisa merasakan peningkatan kualitas diri, mulai dari teman baru dari beberapa pulau, ilmu baru yang sebelumnya belum kami tau, serta pengalaman yang amat mengesankan.

Ilmu yang kami dapat itu berasal dari pelatihan yang sering diadakan oleh SEAMOLEC sebagai upaya peningkatan kompetensi kami. Diantaranya adalah pelatihan untuk membuat ebook (digitalisasi buku) dan pelatihan menulis artikel bersama mas Ikram. Keren kan?

Intip kegiatan kami di SEAMOLEC saat melaksanakan Pelatihan Menulis Artikel bersama Om kece, Ikram.
Wawasan kami juga bertambah luas karena di SEAMOLEC adalah tempatnya orang-orang keren, pinter, dan hebat. Tahu sendiri kan kalau salah satu faktor pembentuk kualitas diri adalah lingkungan? Nah lingkungan di sinilah yang menjadikan wawasan kami bertambah luas.
Keren kan? Macbooknya juga keren :D *pengen*
Eh, bukan hanya para staf dan HRD aja lho yang keren dan hebat, tapi bapak security, office boy, cleaning service, dan ibu kantin di SEAMOLEC pun keren abis. Juga termasuk siswa dan mahasiswa yang magang di sini juga keren lho. Nggak percaya? Boleh dicek sendiri kok J

Karena saya di sini baru beberapa minggu dan belum sampai sebulan, jadi cukup sampai di sini sajalah yang bisa saya ceritakan tentang tempat magang. Nanti saya lanjut di postingan berikutnya ya. Keep reading, ya!

Untuk 6 bulan ke depan saya akan menjalani magang di SEAMOLEC dengan sebaik yang saya bisa, dan saya berjanji pada diri saya sendiri untuk menjadikan tempat ini sebagai wadah untuk mengembangkan diri serta berburu pengalaman. Hingga nanti ketika tiba saatnya saya kembali Surabaya tidak ada yang sia-sia, waktu yang saya habiskan di sini, nafas yang saya hembuskan di sini, dan apa yang saya kerjakan di sini bukanlah hal yang SIA-SIA. Semua ada manfaat dan hasinya. Baik untuk saya sendiri, orang yang saya sayangi, dan lingkungan yang saya tinggali.

Kamis, 31 Januari 2013

Tak Kan Selamanya

Dulunya begini

Sekarang...
Jadi, yang perlu kita miliki hanyalah keberanian untuk sendirian. 
Being a cheerful single is a nice choice ;;)

Kamis, 10 Januari 2013

New Year, New Hope

Ya Tuhan, sudah bener-bener lamaaaaaaaaaaaaaaaaa banget nggak nulis blog. Bahkan sampai saya lupa bagaimana cara merangkai kata untuk diposting di sini. Hahaha lebay dikit ga apa lah :p
Firstly, saya ucapkan “selamat tahun baru 2013” buat kalian. Meskipun telat gapapa deh kan masih bulan Januari yaaa
Buat orang yang bener-bener niat hidup, pastinya punya sasaran-sasaran atau target pencapaian. Nah, biasanya mereka menggunakan momen tahun baru sebagai tolok ukur pencapaian mereka. Misalnya, tahun ini rata-rata penghasilan perbulan lebih tinggi daripada tahun kemaren, tahun ini lebih sering jalan-jalan ke luar kota, wisata budaya, wisata kuliner, dan segala macem, semua hal deh yang bisa buat hatinya seneng. Artinya sudah berhasil mencapai kebahagiaan tuh. Dan itu, KEREN sekali :D
Selain itu mereka juga buat sasaran-sasaran baru untuk dicapai dalam satu tahun ke depan dan menyempurnakan sasaran yang belum kesampaian di tahun lalu.
Saya berkata demikian juga karena saya merasakannya, apa sasaran saya yang sudah tercapai di tahun lalu, mana yang belum berhasil, dan apa sasaran baru saya. Semuanya ada. Life is a choice, right? ;)
How about you? What are your resolutions? ;;)
Be a dream catcher, guys!